Minggu, 26 April 2015

Journey to NTT -- Part 3

Journey Part 3.....

Setelah beberapa hari disana, sekitar Selasa, 31 Maret 2015, kita pergi mengunjungi Silvano (sepupu), yang tinggal di Seminari San Dominggo, Hokeng.. Perjalanan memakan waktu sekitar sejam-dua jam, tergantung kecepatan motornya.. hehehe...
Sepanjang perjalanan, dari Laut, naik ke Gunung, ke Sawah, suasananya desa/alam.. hehehe... Melewati beberapa pohon besar di jalan, dan ketika menengok ke atas, banyak sarang lebah... Woooww ! tiba-tiba kebayang, kalo sarangnya jatuh, nimpa kita, gimana coba.. wkwkwkw... Ternyata disana, penghasil madu, madunya enak, murni tanpa gula.. hehehee....



Sesampainya kita di seminari, pas kurang dari jam 12 siang.. Karena peraturan asrama sangat ketat disana. Kita tidak boleh sembarangan masuk. hehehe... Waktu berkunjung hanya dari makan siang dan istirahat, jam 12.00 sampai 14.30..

Bangunan Depan Seminari San Dominggo

Bagian Depan Seminari San Dominggo
Di dalam seminari, ada gereja dan gereja bawah tanah.. Di gereja bawah tanah tersebut, udaranya dingin sekali, dan ada beberapa ruangan khusus untuk Pastor misa sendirian saja.
Gereja Bawah Tanah

Tempat Pastor Misa sendiri
Gua Maria Seminari

Taman Seminari
Juga ada Gereja Utamanya di bagian atas Gereja Bawah Tanah tersebut.. :)...
Gereja Utama
Kemudian, setelah dari seminari, berkunjung ke Susteran Pusat, PRR, disana ada keajaiban lagi, yaitu jenazah Uskup Larantuka, Mgr. Gabriel Manek SVD utuh. Mendengar cerita dari suster disana, Uskup tersebut meninggal di Amerika, dan dimakamkan disana. Setelah beberapa tahun, ada rencana jenazah untuk dipulangnya, karena ada ulang tahun Kongregasi, ketika dibuka, jenazah tersebut masih utuh... Amazing! dan ternyata, mungkin ini pembuktian Tuhan atas kesetiaan dan kesuciannya, karena beberapa saat sebelum beliau meninggal, beliau mendapatkan gosip yang tidak baik, mengenai hidupnya, disangka bermain gila dengan suster... Ternyata terbukti dengan utuhnya jenazah dan surat-surat peninggalannya..  "manusia melihat apa yang di depan mata, Tuhan melihat hati" :)..
Sayang sekali, ketika kita menanyakan untuk proses kanonisasi ke Vatican, suster yang menemani kami bicara, tidak ada dana untuk proses itu.. Ternyata Uskup ini keturunan Tionghoa, yang tinggal di Flores, karena diangkat anak oleh tantenya..

Di biara PRR ini juga ada tempat Adorasi Sakramen Mahakudus, yaaa, Adorasi lah kita disana.. hehehe... Tempatnya juga sudah modern dan bagus.. ;)..

Tempat Adorasi di Biara PRR pusat

Foto Jenasah Uskup

Akhirnya Tri hari suci tibalah, dan kita memutuskan misa di stasi Lamawalang saja, karena dekat.. hehee... Stasinya sangat sederhana... hehehee... ketika misa, jadi membayangkan, jangan-jangan seperti ini lah kondisi murid-murid Yesus waktu itu, soalnya disana kebanyakan profesi adalah nelayan...:p...

ketika Jumat malam, prosesi, kita berjalan mengikuti rombongan yang panjaaaangggggg banget... sepanjang jalan, berdoa dan bernyanyi tidak kunjung putus.. prosesi dimulai jam 7 malam, selesai sampai jam 2 pagi.. #Amazed..Besoknya, sisa sakit pinggang, karena kebanyakan berdiri... hahahaha... #enjoyaja

Prosesi Jalan per Armida
Ketika prosesi jalan, sangat berasa hadiratNya, seperti menemani Yesus.. ditambah ada lagu yang bagus banget, dan teringat sampai saat ini.. Judulnya "Bunda, pembantu abadi".. Nice song! :)


Ketika selesai prosesi jalan, makan titik kembalinya adalah di Katedral Larantuka, ketika melihat prosesi perarakan Tuan Meninu (Kotak Hitam), seperti melihat Tabut Perjanjian Allah.. hehehe...yang agak merinding, orang-orang pembawanya, dilapisi dan ditutup oleh baju, dan kita sama sekali gak bisa melihat mukanya.. terus ditambah suasana nyanyiannya, ketika seorang wanita bernyanyi Ovos (Lagu Ratapan), sambil memegang wajah Yesus yg menderita.... (Suaranya indah banget loh! hehehe... )
Prosesi Tuan Meninu
Setelah Tuan Meninu, kemudian Tuan Ma yang masuk mengikuti perarakan gereja.. Yaaa, dibilang tradisinya unik, dan tidak ada di Jakarta... :)..
Prosesi Tuan Ma
Prosesi kelar sekitar pukul 2 pagi.. Kita jalan kaki lagi menuju motor, karena parkir di rumah kenalannya om.. Jadi itung-itung kita dua kali jalan.. wkwkw.. (lumayan buat ngurangin kalori, untuk yang belum makan malam.. :p).. Abis itu, krn udh kelaparan berat (untung sempat membeli biskuit Nissin), kita makan lah di tukang nasi goreng, kalo di Jakarta disebut Mie Tek Tek, yang anehnya kalo disana, nasi gorengnya dipakein saos... Untung karena sudah tahu, kita pesen tidak pakai saos..:p.. Sayangnya kali ini, kita gak ikut prosesi Laut, semogaaa, mudah-mudahan lain kali bisa kesana, dan ikut prosesi Laut... #amin! :)
dan sampailah kita pada hari Sabtu suci, paskah, kita memutuskan untuk misa di Lamawalang lagi, walaupun itu stasi kecil, lebih nyaman disana.. hehehe... 

Bagian depan Stasi Lamawalang

Bagian belakang
Ketika misa ada persembahan tarian dari anak-anak kecil, lucunyaa... hehehe... Link untuk Videonya, Tarian Persembahan Misa... :)..



Setelah beristirahat satu hari, Senin, tgl 6, pagi-pagi, ada misa paskah ke 2, di Pulau Waibalun, pulaunya kereeennn !... Ada patung Yesus Gembala yang baik, di Pulau itu, tingginya bisa mencapai 3 meteran lebih..

Kondisi saat Misa

Yesus, Gembala Yang Baik @PulauWaibalun



Kapal & Jembatan untuk akses ke Pulau
Jembatan menuju ke Pulau tersebut, sedikit ngeri, karena bergoyang-goyang.. hahahaa... Jika kejebur, bisa berteman kan ikan dee.. :p...
Jembatan ke pulau
Suasana di Pulau Waibalun
Pemandangan dari atas pulau
Really Beautiful, Isn't it? ;)...


To be continued.....

Kamis, 23 April 2015

Journey to NTT -- Part 2

Journey Part 2.....

Sesampainya di Larantuka, untungnya karena ada saudara, tempat tinggal nya cukup menghemat pengeluaran, tidak perlu biaya hotel... hehehe....(ada sempet iseng, cek harga hotel di sana, berkisar antara 200ribu/nonAC, dan 300ribuan/AC, tetapi jika ada semana santa, bisa melonjak menjadi 600ribuan perhari..).. Disana, tante dan om membuka kios di daerah Lamawalang (desa). Untuk transportasi juga sudah disediakan motor.. hehee...

Kios Lamawalang
Mulailah kita berkeliling di pusat kota Larantuka dengan motor tersebut.. hehehe... Pemandangan begitu indah dan dekat dengan alam... Bintang dan Bulan pun bersinar terang.. Bahkan sempat melihat Bintang jatuh disana.. gak bakal bisa di alami, jika berada di Jakarta.. hehehe... Pertama-tama yang kita kunjungi adalah gerbang Larantuka, yaitu sebuah patung Maria besar di tengah jalan, artinya sudah sampai ke dalam pusat kota Larantuka.. Karena disana, sangat kuat berdevosi kepada Maria...

Gerbang Kota Larantuka
Bahkan angkot disana pun, gambarnya berTEMAkan Maria..
Angkot bergambar Maria.. :)
Kemudian setelah berkeliling, berhentilah ke Taman Kota sejenak, karena disitu pemandangannya indah.. hehehehe....
Pemandangan Taman Kota
Setelah beberapa hari disana, mulai berkenalan dengan beberapa teman dan keluarga om.. hehehe... dan mulai mencari informasi untuk prosesi semana santa.. Menurut info, sudah 2 tahun ini prosesi tidak membawa patung Tuan Ma(Bunda Maria) yang asli, tetapi memakai yang duplikasinya, dikarenakan usia patung yang asli tersebut sudah hampir rusak, dan mulai rapuh, karena usia nya sudah 500 tahun.. Pada tahun lalu, ketika prosesi laut, (pengantaran Tuan Menino ke Tuan Ma), terjadi suatu bencana tenggelam kapal, dan ada yg meninggal beberapa orang dan termasuk suster salah satunya.. Yaaa, banyak isu-isu mengenai ini yang tidak tepat, karna menurut logika, kapal itu tenggelam karena kelebihan beban, bukan karna hal-hal aneh dan mistis... Masa Tuhan atau Bunda Maria sampai sejahat itu, terkesan menghukum...  I don't think soo... karena dalam firman pun tertulis...
Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal." Yohanes 3:16
Jadi rasanya kurang tepat, jika menghubung-hubungkan setiap kejadian, dengan hal mistis... hehehehe.... :)...

Yaaa, lanjutttt.... hehehee... Cukup sedikit penasaran dengan cerita sejarahnya Tuan Ma ini.. sampai di satu hari, kita diketemukan dengan keluarga Fernandez (nenek moyangnya yang memiliki patung tersebut)..Ada beberapa pertanyaan yang kita ajukan, (sesi interogasi :p).. hahaha... tetapi jawaban Om tersebut santai dan tenang saja... Yaa, intinya dari percakapan itu, hindari rasa menyelidiki dan ingin tahu, karena balik lagi ke tujuan awal kita, adalah untuk apa? mau penyelidikan atau ber ZIARAH ? dan jika kita tujuan ber "Ziarah", maka lakukan lah dengan sepenuh hati... Karena kita akan melihat mujizat Tuhan, melalui perantaraan Bunda Maria.. Ada beberapa kisah, yang meminta keturunan, akhirnya dikabulkan, dan bisa mempunyai anak... #mujizatnyata #PraisetheLord..

Menurut cerita om tersebut, sejarahnya dimulai dari seseorang (yang kebetulan nenek moyang om tersebut), sedang selesai mencuci pakaian di pantai, kemudian dia melihat ada seorang wanita, berjalan di atas air laut, dan mendekat ke dia... lalu bertanya, siapa nama wanita itu? kemudian wanita itu menulis dengan kerang di pasir.. tetapi karena dia tidak bisa membaca, kemudian membawa Raja Larantuka bersamanya, untuk membaca tulisan itu, setelah kembali, wanita tersebut berubah menjadi patung dengan tulisan "RENYA ROSARI" di pantai... Menurut om itu, patung tersebut muka nya akan berbeda-beda pada setiap manusia yang memandangnya, karena tergantung bagaimana hati kita memandangnya... :)... Jadiii... balik lagi ke tujuan awal kita, untuk apa? ;)..
Renya Rosari / Tuan Ma
Finally, ketemu gereja Katedral, dan mengikuti misa minggu Palma.. Perarakan daun Palma nya agak sedikit unik, yaitu berjalan keluar dari gereja, mengelilingi gereja, baru masuk kembali ke pintu depan...
Perarakan Minggu Palma @KatedralLarantuka
Kapok banget dengan misa nya.. lamanya bukan main... 2,5 jam lebih.. Lamanya itu hanya karena setiap bagian, ada komentator-komentator yang gak penting banget, menurut guaa... wkwkwkw... #peace...Bedanya dengan Katedral sini, yang simple, praktis, tetapi tidak mengurangi keintiman kita bersama Tuhan... Yaa, lebih berasa suasana misanya, dibanding yang kelamaan sama hal-hal yang gak penting.. malah buat orang menjadi bosan... :p..

Outside View Katedral Larantuka
Inside View
Di sana, banyak sekali terdapat kapela-kapela kecil.. Contohnya, ada Kapela Tuan Ana,

Kapela Tuan Ana
Kapela Tuan Ma (Bunda Maria), letaknya di dekat pantai, tempat pertama kali ditemukannya patung tersebut.. Ketika berada di dalam kapela ini, rasa merinding sekali.. berasa pengen"Worship God"..

Outside View Kapela Tuan Ma
Inside View Kapela Tuan Ma
Kapela Tuan Menino...Tuan Menino ini adalah sebuah kotak hitam, dan masyarakat sana mempercayai nya, di dalamnya terdapat rahasia dunia, dan tidak ada satu orang pun boleh membukanya...

Kapela Tuan Meninu
Di depan kapela ini, ada Taman Doa, dan  saat kita pergi, ada panitia yang sedang menyiapkan kapal untuk prosesi paskah nanti...

Taman Doa Tuan Meninu

Kapal Prosesi Laut Tuan Menino
Dari cerita om Fernadez, perarakan akan mulai pada Jumat Agung, jam setengah 8 malam, dimulai dari Katedral Larantuka, berkeliling jalan kota (berhenti di setiap-setiap Armida), dengan doa yang tak kunjung putus, dan berakhir di Katedral Larantuka lagi... Di prosesi itu, kita jadi ikut merasakan betapa sedihnya ketika  Bunda Maria kehilangan Putranya yang tunggal.. Untuk hari Kamis malam, Bunda Maria (Tuan Ma) yang asli, sudah dikeluarkan di kapelanya.. Jadi jika ada yang mau datang untuk berdoa, di perkenan kan.. Jadiii, akhirnya kamis malam, kita kesana untuk berdoa.. Busyeet ramenya bukan main...Panjang bener antriannya.. Mana tas kita ditinggal di posko.. Jadi kuatir sendiri sama tas.. hahaha... (maklum, orang Jakarta, apa-apa harus waspada.. :p)... Tapi ternyata disana aman sekali... motor ditinggal di jalanpun tidak pernah akan hilang.. Gak seperti di Pademangan, di garasi rumah aja bisa hilang.. :p.. hahahaa.... #realita..

Kali ini, kalo boleh dibilang, kita beruntung.. hehe.. Karena, tahun ini, patung Tuan Ma yang prosesi adalah patung yang asli, bukan duplikatnya.. dan juga misa paskah ke dua nya, akan di adakan di Pulau Waibalun... so lucky us.. #ThankYouJesus..
Info : Patung Tuan Ma ini, hanya akan keluar satu tahun sekali, pada saat Prosesi Paskah.. :)..

To be continued......


Selasa, 21 April 2015

Journey to NTT -- Part 1

Almost one month.... 
Gak kerasa waktu cepet banget berlalu, padahal liburan kemarin masih terasa baru kemarin aja... Suasana, pemandangan, alam nya, masih membekas di dalam hati.. How beautiful Indonesia ! 
Dua tahun lalu, sudah merencanakan mengunjungi pulau NTT. Tadinya hampir ditunda ke tahun depan lagi (2016), eh tapi pikir dipikir, karena sudah janji, akhirnya tercapai juga mimpi pengen ke NTT, wisata sekalian ziarah "Semana Santa".

Perjalanan dimulai, pada hari Kamis, 26 Maret, penerbangan dengan Lion Air menuju Kupang.
Yang tadinya plan nya setelah sampai disana, langsung menuju pelabuhan Ferry, untuk naik kapal dan sampai pada keesokan harinya. Tetapi dikarenakan banyak orang yang akan ke Larantuka, mengikuti prosesi, dan kapal akan rame serame nya, dan barang kita se abrek-abreknya, maka mulai mikir....
bakal bawa barang gimana tuh, belum lagi resiko hilang pas lagi tidur, trus belum lagi WC nya, udah jaminan gak bakal mandi, kalo WC nya jorse! hahahaha.... dan akhirnya malah memutuskan naik pesawat menuju Maumere, dan baru berangkat hari Jumat. Jadi menginap semalam di Kupang. Tahu dari dulu seperti itu, lebih baik pesan langsung Maumere... selisihnya juga gak jauh beda.. *sigh 


Sampai di Kupang, kebetulan mendapat tempat menginap di dekat airport, Hotel Ledetadu..Yaaa, harganya lumayan bersahabat , tetapi lokasinya agak sedikit terpencil. Pagi-pagi dapat sarapan, donut and kopi atau teh.. Jika mau makan, ada yang jual, warung nasi di sebelahnya, dengan harga bersahabat juga.. hehehe... Tetapi sayangnya ongkos Taxi dari bandara ke Hotel yang agak lumayan tinggi, dengan jarak hanya kurang dari 15 menit. Setelah menginap semalam, tanpa sesuatu yang istimewa di Kupang, besok paginya berangkat menggunakan pesawat Sriwijaya.. (Ternyata disana namanya "NAM AIR" (Baru tahu disitu.. tadinya tak pikir pesawat Korea.. :p). 




Sesampainya di Maumere, siang hari, sudah dijemput dengan Om Uban dan Kuyen.. dan naik transportasi menuju Larantuka. Tadinya dalam bayangan transportasinya mobil bis (karena bayarnya per orang 60ribu), yaa, I think macam Damri, tapi ternyata transportasinya unik.. Bukan hanya unik juga, tapi special banget, muter-muter seluruh jalan, sampe ada 6 kali lebih... wkwkwkw...
Jadi ceritanya, jika penumpang mobil itu tidak penuh, maka mobil itu akan berputar2 terus, nyari penumpang.. ada penumpang yang di jemput lah di rumahnya, dll. Yaa, kayak si komo muter-muter di Jakarta, kita muter-muter di Maumere.. wkwkwkw... dan juga, angkotnya itu full of music banget, kebanyakan lagu-lagu ambon yg diputar... Bukan hanya jalanan muternya sampe 6x, lagu nya pun di putar-putar sampe apalll mentok sama musiknya ! wkwkwkwkw.....Selain itu, musiknya pun kencenggg banget, sampe budeg telinga lama-lama... hahaha... seumur2 denger musik sampe kenceng gitu... Jangan-jangan karena itu lah, disana jadi ngomongnya kenceng-kenceng.. wkwk... #justopinion :p

Transportasi Maumere-Larantuka + Lagu nya.. :p

Akhirnya, setelah muter 6x melewati Rumah Makan Padang Surya Indah (sayangnya gak ke photo tuh rumah makan.. wkwkwk..), kita pun jalan menuju Larantuka... Perjalanan ditempuh dalam waktu kurang lebih 4-5 jam, dengan melewati gunung, bukit, lembah,.. (*sing gunung dan lembah telah kujalani, sbab cinta kasihNya, hari ini ku ada... lalala...#kubriyangterbaik), sampai lah malam kita di Larantuka.. Sayangnya kita gak bisa melihat pemandangan saat itu, karena keadaan malam, dan lampu jalan disana gak ada, gelap gulita, hanya diterangi oleh lampu mobil, ternyata jalanannya ekstrim banget.. kanan kiri jurang + tingkungannya rata-rata bisa sampe setengah lingkaran. Kalo saat siang, pemandangan keren abisss! melihat gunung di samping laut. So beautiful !

Jalan Tikungan
Pemandangan alamnya masih sangat alami dan indah ! Sayang sekali bangsa kita masih belum bisa mengelola hasil alamnya dengan baik. Ada satu pulau disana, yang menjadi tempat penghasil mutiara dan pemiliknya orang Jepang.
Pemandangan alam sepanjang jalan

Samping jalan, langsung laut... hehehe....

Setelah beberapa hari, mulai untuk menyesuaikan diri dengan kondisi disana. Panasnya yang luar biasa, menyengat, jauh dibanding Jakarta. Yang anehnya, menurut info, disana tidak pernah hujan, tapi malah sesampainya kita disana, ada hujan, tapi tidak lama, paling lama pun satu jam. Mulai ke pasar, belanja kebutuhan makanan dllnya. Ternyata disana, ada kue yang namanya kue rambut, dibuat dari bihun, dan diolesin gula merah. Rasanya not bad. hehee..
Penampakan kue nya :

Kue Rambut
Kalo untuk makanan, disana tidak bisa diharapkan bakal bisa ber wisata kuliner.. karena penduduk disana, makanannya hanya dari hasil memancing di laut dan bercocok tanam. (sayaaang, beberapa lauk disana, lupa ke foto.. hehee...)..Lauk khas disana, rumput rampai, yaitu pencampuran dari beberapa sayuran, misalnya daun kemanggi, ikan, dllnya...
Kebanyakan penduduk disana menanam Daun Marungge (atau biasa kita sebut Daun Kelor), manfaaatnya sangat banyak, hampir seperti bayam rasanya, jika kalo dimasak kuah... Yaa, rasanya enak, dan traditional banget, aman, bebas pengawet.. hehee... Untuk ikan juga harga-harganya cukup murah, sepiring hanya paling 25ribu rupiah, (takaran ukuran sana, berupa piring, bukan kilo).. Malah jika beli di jalan dekat gunung sana, bisa per lima buah ikan medium size, hanya 15ribu rupiah...atauuu kalo mau rajin, bisa memancing sendiri di laut...:p

Hanya saja, cumi-cumi yang luar biasa membuat kaget, ukuran besarnya bisa sampe 13 kg, hanya untuk satu cumi. Luar biasa!
Cumi besarrr.....
Kebanyakan lauk disana, masih alami. Makanan Jakarta yang ada disana, hanya Mie Ayam, Bakso (Bakso nya biasa banget rasanya, jauh lebih enak yang ada di Jakarta.. hehe...) tapi disana laku keras... Apa karena gak ada makanan laen.. wkwkw... Disana juga ada rumah makan Padang, tapi gak seenak yang ada di Maumere.. Warung makan disana juga, rasanya biasa, standard, kalo pake ikan lebih murah dibanding kita memilih lauk ayam.. Ayam gorengnya juga rasanya standard, kurang berasa bumbunya... hehehe...


To be continued.....














Rabu, 10 September 2014

Trip To Sawarna





It's been so longgg….Gak menulis di blog ini…So, let's start to write ?… hehehe…

Dimulai dengan menceritakan perjalanan Lebaran kemarin… Sebenernya keinginan pengen pergi ke Sawarna, sudah dari beberapa taon yang lalu.. tetapi melalui begitu banyak kejadian-kejadian dan akhirnya membuat baru tahun ini bisa pergi melihat Sawarna, yang menurut beberapa info, adalah "Heaven Paradise"… yaaa, kalo dibilang tidak menyesal juga sii… karena ternyata ada rencana yang lebih indah.…

Perjalanan dimulai saat tanggal 26 July 2014, Sabtu pagi, menuju Puncak dan stay menginap di Wisma Ista Mitra, deket kota Bunga, arah mau ke karmel… dan beristirahat beberapa hari… hehehe… Yaa, tempatnya enaak, ada kebun, dan peternakan mini, juga Gazebo di tengah danau, untuk tempat makan… Really nice place, khusus buat melepas kepenatan kota Jakarta.. dan juga, pemiliknya yang ramah, membuat kita jadi nginep beberapa hari disana… :p…

  
Wisma Ista Mitra - Puncak


Setelah menginap beberapa hari di Puncak, Selasa pagi, tanggal 29, saatnya melakukan perjalanan ke Sawarna, berbekal Google Maps.. :p..Yeeeaayy !.. Perjalanan ditempuh, dari jam 11 siang, menuju arah Sukabumi, kemudian ke arah Pelabuhan Ratu.. Sempat berhenti beberapa waktu untuk istirahat dan makan juga. Sesampainya di Pelabuhan Ratu, waktu sudah sore dan mulai menjelang malam… Karena sudah mulai memasuki pedalaman, maka sinyal handphone sudah mulai hilang, dan hilanglah petunjuk arah menuju desa Sawarna tersebut.. :p…Akhirnya berbekal "nanya orang"…. . It's a loooonngggggg Journey….. setelah melewati hutan belantara, jalan berlika liku, dan hanya lampu motor kita menerangi jalan, karena semua gelap gulita… sampailah kita di Desa Sawarna, kurang lebih jam setengah delapan malam. Hahahaa….
Ketika sampai, tidak ada yg istimewa di desa ini, seperti desa biasa… Hanya ada Alfamart dan Indomart disana. Tidak ada pom bensin, hanya bensin eceran. Tidak ada ATM juga, ketika mau berbelanja juga tidak bisa memakai debit card atau credit card, karena jaringan sinyal suka terganggu. Jadi jika ada yang mau kesana, harus bersiap uang cash.. Tidak ada cottage yang mewah juga, hanya ada homestay rumah penduduk disana.. Restaurant pun terbatas, bisa dihitung dengan jari.. Butt I love this village !  Masih sangat alami, Bintang di langit pun kelihatan begitu indah seperti permata dan dekat.. Makanan disana pun murah meriah.. Bahkan Ikan bakarnya pun fresh + enak !
Setelah sampai, mulai lah pencarian untuk homestay penginapan.. Tak disangka ternyata banyak sekali yang kesana… Penginapan rata-rata dipenuhi oleh mobil-mobil semua. Setelah proses bernegosiasi dan tawar menawar dengan Ibu Pemilik Rumah + Warung, jadinya kita menyewa di rumah dia, untuk 3 hari ke depan. Beruntungnya, setelah kita menyewa rumah tersebut, ternyata ada beberapa lagi yang mencari tempat.. (penginapannya laku kayak kacang goreng)…
Pada esok hari nya dimulainya perjalanan mengelilingi desa tersebut.. Tadinya mau dimulai dengan Pantai Tanjung Layar, tetapi jembatannya gak bisa lewat, karena penuh orang dan kendaraan, sampai macet total di area situ… *pusing…wkwkwkwk… Akhirnya kita mengambil Pantai agak sedikit ke ujung, yaitu Pantai Legon Pari… Untuk masuk ke pantai ini, harus melalui jembatan goyang, jembatan yang sempit dan bergoyang jika kita berjalan di atasnya. Sedikit shock juga melihat jalanannya… Berbatu-batu tajam, dan akhirnya gua memutuskan untuk berjalan kaki… Kira-kira sampai pantai kurang lebih 2 km…
Jembatan Goyang
Jalanan menuju pantai Legon Pari

Jalanan dan Jembatan menuju Pantai Legon Pari
Yaaaa, perjuangan menuju pantai tersebut, terbayarkan semua dengan keindahan Pantai nya… Bener-bener masih alami banget ! Dipenuhi karang dan air laut yang bening dan indah…







Really Beautiful ! Begitu indahnya Indonesia !! Seperti yang dikatakan "Heaven Paradise", it's really true ! Sayang banget, bangsa kita kurang mampu merawat kekayaan alam negara sendiri….

Hari ke dua di Sawarna, kita mulai dengan Pantai ujung sebelah, yaitu Pantai Gua Langir… dikarenakan Pantai Tanjung Layar itu masih mengalami kemacetan lalu lintas yang paraaah banget! Jadinya kita menyusuri pantai, dari Pantai Gua Langir menuju ke Pantai Pasir Putih, kemudian ke Pantai Tanjung Layar. Ketika di Pantai Pasir Putih, harus melewati sungai yang kedalamannya selutut.. (acctualy bukan sungai si, tapi seperti penyambung antara Pantai dan Sungai di desa. (Sayangnya gak sempet ke foto)… Yang istimewa dari Pantai Tanjung Layar adalah ada 2 bongkahan batu.
Pantai Pasir Putih

Pantai Tanjung Layar



 


Gua Langir




Akhirnya di hari terakhir, mengunjungi Gua Lalay…. Sayangnya dikarenakan tidak membawa senter, tidak masuk ke dalam, yaaa cukup berfoto-foto saja di bagian luar nya...:)

 
Gua Lalay




 


 


 


 


 


 


Jumat, 25 Oktober 2013

Does miracle still happen???


dan bila malamku, gelap tak berbintang.... 
hanya Engkaulah pelitaku... menerangi jalanku....

Does miracle still happen ? Seringkali pernyataan ini bergumul terus menerus di dalam hati, ketika mungkin apa yang kita inginkan, apa yang kita doakan selama ini tidak pernah menjadi kenyataan. Bahkan mungkin sudah berdoa bertahun-tahun, bahkan berpuluh-puluh tahun memohon belas kasih dari Tuhan... 
Tapi realita nya? nothing happen.sepertinya Tuhan begitu sulit mengabulkan doa kita.. Tuhan begitu jauh dari kita...Seringkali kita bertanya-tanya, "why must me, Lord? saya melayani Tuhan, semakin saya melayani Tuhan, semakin parah keadaannya..kenapa harus saya yang mengalami semua ini?" 

Apapun yang terjadi di dalam hidup kita, tidak pernah mengubah apa yang Tuhan pikirkan tentang kita.. Tidak akan mengubah cinta Tuhan ke dalam hidup kita.. Tuhan menciptakan kita sempurna, sesuai gambaranNya... Dia memandang kita berharga... 

If people ask me, "Does miracle still happen?", Yes! it always happen... Walau selama beberapa bulan ini, masih terus menerus berurusan dengan kaki yang tak kunjung sembuh... Tapi gue yakiin 100%, ada saatnya Tuhan akan turun tangan... Walau gak sembuhpun, tidak akan mengurangi rahmat dan cinta Tuhan yang begitu melimpah... :)... begitu melimpahnya, sampai mengirimkan Bunda Maria, yang membuat keajaiban itu.... #amazed #powerofRosary.. 

God still waiting.... 
Waiting for us, to change our heart... 
Because if we change our heart, we change our life... 

Rabu, 04 September 2013

Love To Design

Baru pertama kalinya, memasukkan hasil karya Design Interior di Apartment Central Park Residence.. :)..
Pengen sedikit bercerita juga... hahaa... membuat gue sedikit mengingat hasil karya ini.. 
Di dalam beberapa bulan ini, karena kecelakaan yang terjadi di bulan Juni lalu, membuat tidak bisa beraktifitas secara normal.. Tiba-tiba salah satu customer pemilik Apartment ini, telp dan dia minta di design kan untuk ruko nya, yang berada di gading.. Yaa, sedikit happy sii, karena ternyata yg dipercayakan hanya gue (menurut sales showroom), intinya gak mau sama yang laen... Tapiiii keadaaan kaki lagi begini.. hahahaa..... Really sangat sangat bersyukur, atas semua kepercayaan yang telah diberikan... Thank You Jesus... Akhirnya membuat gue berpikir untuk memasukkan hasil foto-foto Apartment ini ke dalam bloq pribadi gue.. 

Living Room, Dining Room and Kitchen yang merangkap jadi satu ruang... 

Living Room (TV Cabinet)

Bedroom yang dilengkapi dengan Walking Closet

Walking Closet































































































































































Sabtu, 06 Juli 2013

If I can’t trace Your hand, I just trust Your heart

“Ku pandang wajahMu dan berseru, pertolonganku datang dariMu...
Peganglah tanganku, jangan lepaskan, Kau lah harapan dalam hidupku”

Today, adalah hari pertama setelah berada beberapa hari di rumah sakit... Betapa bersyukurnya, sejelek-jeleknya rumah, lebih tetep lebih nyaman berada di rumah sendiri.. Thank you Jesusss.... 

Memulai hari ini dengan beberapa permenungan... Dari kejadian kecelakaan itu terjadi, sudah hampir 4 minggu yang lalu, 16 Juni... 
Beberapa minggu, mengalami ini, gue sudah merasakan kebosanan yang luar biasaaa.... 
Dari orang yang tadinya banyak punya aktifitas, tiba-tiba harus bedrest, dan gak ngapa2in..
Dari orang yang tadinya menghindar jarum suntik, dan donor darah, sekarang udah gak tau lagi, berapa bolongan jarum di badan...
Dari orang yang kalo gak mandi itu, gak bisa, gak tau lagi udah beberapa hari gak mandi di rumah sakit...
Hahahaa... kalo dipikir-pikir lucu juga sii... #belajarmenikmati

Dari beberapa permenungan ini, tetap masih melihat betapa luar biasanya penyertaan tangan Tuhan di dalam hidup gue... #bersyukur... 
Beberapa hal yang perlu gue syukuri, 
Pertama, bersyukur sekali, mempunyai Komunitas dan Temen-temen yang luar biasa...
Dari ketika pertama kali, gue jatoh, ada Vinsen “baby hui” yang menemani gue di jalan, sampai bala bantuan koko Lukas Keyboardis, dan Om Atong datang mengambil motor dan membawa gue ke rumah sakit, ditemenin sampe jam 3 pagi di IGD... 
Bahkan ketika ke dokter Rendy, ke apotik, kemana pun, ke misa pagi, bahkan di rumah sakit pun selalu ada orang yang bersedia menemani dan mengantar, mr hello kitty, Eric... hihihihi...
Thank you guysss, it touch deeply in my heart... #hugsss #kisss
Begitu banyak orang2 yang begitu care, datang untuk berdoa, bbm dan lain-lainnya.. membuat yaa, at least, selama masa bedrest ini, tidak kesepian, tidak diam-diam bengong, kayak orang bodoh... hahahahaa....
Bahkan keluarga pun melimpahi gue dengan perhatian, dan begitu banyak makanan... wkwkwkw... #kapankurusnya... Hahahaha....Teman-teman kantor pun rela dateng menjenguk ke rumah, padahal macet di jalan, dan jauh... Thank you guysss, it touch deeply in my heart... #hugsss #kisss
Tuhan hadir begitu nyata melalui kaliann.....J

Kedua, Tuhan tuh memang paling mengenal dan mengerti  hati kita... Beberapa hari ini, pengen sekali misaa, karna beberapa minggu udah gak misa.. teruss, tiba2 pas rabu pagi kemarin, ada kelompok Legio Maria St Yohanes Bosco, mau mengantarkan komuni.. Waaah... Walau gue gak bisa pergi menyambut tubuhNya, Dia sendiri yang datang menghampiri... J ..

Ketiga, dari semua yang sekamar sama gue, at least harusnya gue yang paling bersyukur... karena  gue tidak operasi.. #antioperasi.. Sebelah kanan, sudah pulang, sehabis operasi kecil di tangan.. Sebelah kiri  malah lebih menyeramkan,  operasi empedu diangkat.. #scared #antioperasi... 

Keempat, bahkan untuk biaya nya pun Tuhan begitu menyertai... #amazed... Gua yang tadinya berpikir bakal keluar banyak, karena rumah dan rumah sakit, dipenuhi semua sama Tuhan.... 

Kelima, karena di rumah tidak ada closet duduk, tiba-tiba, datanglah om Yayau, yang membawa closet duduk khusus orang sakit... hahahaa... 

Begitu banyak penyertaan tangan Tuhan, melalui orang-orang di sekeliling gue... #stillamazed... #bersyukur 
Yeah... Everything Happen for a reason... walau gue sekarang gak tau apa itu kenapa... sampai sekarang gue masih percaya,  “If God bring you to this, He will bring us through this”....
Jika Tuhan mengijinkan semua nya terjadi, Dia pasti membawa kita melewati semuanyaa....
Don't ever lose hope.... Karena Tuhanlah pengharapan itu...Walau seakan-akan tidak ada jawaban, atau berdoapun tidak berpengaruh, tetaplah berpengharapan bahwa semua itu adalah baik adanya.. J

Thank you, Gor for everything happen... 
If I can’t trace Your hand, I just trust Your heart...